7 MASJID UNIK DI SEMARANG YANG WAJIB DIKUNJUNGI TERUTAMA DALAM MENYAMBUT RAMADAN 1443H

Masjid Layur, Dadapsari, Semarang,
Masjid Layur, Dadapsari, Semarang, / zonapasar.com

Kota Semarang memang dikenal dengan wisata kuliner dan belanja yang asyik. Namun, kota ini juga menawarkan wisata religi yang nggak kalah menarik. Di sini banyak masjid yang artistik, unik dan beda dengan masjid-masjid lain sehingga wajib untuk dikunjungi. Untuk mengisi hari - hari menjelang Ramadhan 1443 H, nggak ada salahanya mengisi hari - hari dengan berwisata religi ke masjid - masjid yang ada di Semarang.

1. Masjid Besar Kauman 

Masjid Gedhe Kauman | Foto, Lokasi, Rute, Harga Tiket, & Fasilitas
Masjid Agung Semarang atau yang akrab disebut Masjid Kauman Semarang adalah masjid tertua di kota Semarang. Masjid Besar Kauman memiliki sejarah yang panjang dan erat kaitannya dengan sejarah berdirinya kota Semarang. 

Masjid yang kini telah menjadi cagar budaya dan harus dilindungi menjadi kebanggaan warga Semarang karena bangunannya yang khas, mencaerminkan jatidiri masyarakat pesisir yang lugas tetapi bersahaja. Masjid Agung Semarang berada di pusat kota (alun-alun) dan berdekatan dengan pusat pemerintahan (kanjengan) dan penjara, serta tak berjarak jauh dari pusat perdagangan (pasar Johar), merupakan ciri khas dari tata ruang kota pada zaman dahulu.

Mengutip situs Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya, pengaruh Walisongo pada masa perkembangan Islam di tanah Jawa memengaruh arsitektur Masjid Besar Kauman.  

Bangunan masjid ini dipengaruhi oleh Wlisongo, hal ini tampak dari atap masjid yang berbentuk tajuk tumpang tiga yang merupakan representasi dari filosofi iman, Islam, dan ihsan. Selain itu, atap tersebut menyiratkan bangunan gaya Majapahit. Bagian tajuk paling bawah menaungi ruangan ibadah.  

Selanjutnya, tajuk kedua lebih kecil, sedangkan tajuk tertinggi berbentuk limasan. Semua tajuk ditopang dengan balok-balok kayu berstruktur modern. Masjid Besar Kauman ditopang 36 soko (pilar) yang kokoh. Sementara pintunya berbentuk rangkaian daun yang melambangkan arsitektur Persia dan Arab. 

2. Mesjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah | Surau.co

Masjid Agung Jawa Tengah adalah masjid yang terletak di Semarang, provinsi Jawa Tengah, Indonesia.

Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid ini berdiri di atas lahan 10 hektare. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah.

Keberadaan bangunan masjid ini tak lepas dari Masjid Besar Kauman Semarang. Pembangunan MAJT berawal dari kembalinya tanah banda (harta) wakaf milik Masjid Besar Kauman Semarang yang telah sekian lama tak tentu rimbanya. 

Masjid Agung Jawa Tengah dirancang dalam gaya arsitektural campuran Jawa, Islam dan Romawi. Bangunan utama masjid beratap limas khas bangunan Jawa namun dibagian ujungnya dilengkapi dengan kubah besar berdiameter 20 meter ditambah lagi dengan 4 menara masing masing setinggi 62 meter ditiap penjuru atapnya sebagai bentuk bangunan masjid universal Islam lengkap dengan satu menara terpisah dari bangunan masjid setinggi 99 meter.

Gaya Romawi terlihat dari bangunan 25 pilar dipelataran masjid. Pilar-pilar bergaya koloseum Roma di Romawi dihiasi kaligrafi kaligrafi yang indah, menyimbolkan 25 Nabi dan Rosul, di gerbang ditulis dua kalimat syahadat, pada bidang datar tertulis huruf Arab Melayu “Sucining Guno Gapuraning Gusti“.

3. Masjid As Safinatun Najah

Masjid As Safinatun Najah, Tempat Ibadah Berbentuk Kapal di Kota Semarang -  Tribun Travel
Nama Safinatun Najah pada masjid sekaligus wisata Semarang ini mempunyai arti kapal penyelamat. Menariknya, Safinatun Najah ternyata merupakan nama dari yayasan milik masjid ini, yaitu Masjid Safinatun Najah yang berasal dari Pekalongan.

Masjid As Safinatun Najah yang terletak di Jl, Kyai Padak, Kelurahan Podorejo Kec. Ngaliyan Semarang ini lebih dikenal dengan nama Masjid Kapal Bahtera Nuh. Sesuai namanya, arsitektur masjid ini menyerupai bentuk kapal. 

Bangunan masjid berwana kuning kecoklatan. Di bawahnya, terdapat bangunan menyerupai galangan kapal berwarna coklat seperti kayu. Arsitektur masjid ini terinspirasi dari kisah bahtera kapal Nabi Nuh AS.

4. Masjid Kapal Pesiar

Masjid Kapal Pesiar di Akpelni - Smol Id
Sebuah masjid unik berbentuk Kapal Pesiar berdiri di Kota Semarang. Bentuknya mirip dengan bahtera Nabi Nuh karena berada di atas bukit layaknya kapal yang terdampar setelah diterjang banjir besar. Usut punya usut ternyata awalnya tempat ibadah tersebut memang dimiliki oleh warga Politeknik Bumi Akpelni, namun saat ini telah menjadi destinasi wisata masyarakat kota Semarang dan sekitarnya.

Berada di kompleks Politeknik Bumi Akpelni Jalan Pawiyatan Luhur, Bendan Duwur, Gajahmungkur, Kota Semarang, penampakan masjid ini mirip seperti kapal pesiar (cruise ship) milik Paul Gauguin. Meskipun berbentuk kapal, namun masjid ini sebenarnya bernama Masjid H Soenarto. Dinamakan demikian karena donatur terbesar dalam pembangunan rumah ibadah megah ini adalah Soenarto, alumnus Politeknik Bumi Akpelni.

5. Masjid Kontainer
Uniknya Masjid Kontainer di Kota Semarang — Suarapemredkalbar.com

Masjid Achmad Bin Adenan yang terletak di Jalan MH Thamrin Kota Semarang memiliki bentuk yang unik. Bangunan menggunakan kontainer, sehingga sekilas tidak nampak sebagai masjid. 

Masjid dibangun menggunakan empat kontainer yang diletakkan berjajar, sehingga membentuk persegi panjang. Dinding bagian tengah dihilangkan agar ruang di dalam menjadi luas. Masjid bisa menampung 40 jemaah putra dan putri dengan menerapkan protokol kesehatan. 

6. Masjid Taqwa Sekayu
Berkunjung ke Kampung Sekayu, Melihat Sisa-sisa Sejarah di Tengah Kota  Semarang - Halaman all - Tribunjateng.com

Masjid Taqwa Sekayu adalah salah satu masjid tertua di Jawa Tengah, bahkan usianya lebih tua tujuh tahun dari masjid Agung Demak. Masjid Taqwa Sekayu dibangun tahun 1413, kemudian tahun 1420 masjid Agung Demak dibangun.

Masjid Sekayu ini dulu bernama Masjid "PEKAYUAN" Dibangun tahun 1413 yang kemudian disusul Masjid Agung Demak pada tahun 1420, Tempat ibadah ini dibangun oleh seorang ulama asal Cirebon, Kyai Kamal berasal dari cirebon yang merupakan tokoh agama kepercayaan Sunan Gunung Jati.

7. Masjid Layur
Masjid Layur Semarang, Peninggalan Saudagar Yaman Punya Menu Takjil  Istimewa | MURIANEWS

Masjid layur atau yang biasa disebut dengan Masjid Menara, merupakan bangunan masjid tua di Kota Semarang yang didirikan sekitar tahun 1802. Masjid menara atau masjid layur merupakan tetenger kawasan dan merupakan salah satu masjid tua di Semarang.

Tepatnya berada di Jalan Layur, daerah kampung Melayu. Masjid ini dibangun oleh para pedagang Arab yang membawa barang dagangannya menggunakan kapal. Karena lokasinya yang sangat strategis yaitu berada di samping sungai Mberok, banyak pedagang Arab yang singgah dan menempati kampung tersebut.

Pada awalnya bangunan masjid terdiri dari dua lantai, tapi karena adanya banjir Rob bangunan masjid pada lantai satu tidak lagi berfungsi sebagai tempat ibadah. Masjid mengalami peninggian tanah sekitar dua hingga tiga meter untuk menghindari banjir Rob. Untuk perawatan masjid diperoleh dari rumah – rumah wakaf yang disewakan di sekitar masjid.

Tidak hanya dipakai sebagai tempat ibadah dan kegiatan Islam lainnya, Masjid Layur mempunyai keunikan yang cukup menarik di sepanjang Bulan Ramadhan yaitu kegiatan buka bersama. Selain takjil buah kurma dan aneka kue, tradisi yang khas adalah menyajikan kopi Arab untuk menemani saat berbuka puasa.

Arti Penting


 


LOKASI