BERWISATA RELIGI DI MASJID IKONIK KOTA SOLO

masjid al-wustho mangkunegaran
masjid al-wustho mangkunegaran / http://kubahgrc.com/

Surakarta, juga disebut atau dikenal dengan Solo adalah salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki tempat wisata budaya dan religi yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Dimasa bulan suci Ramadhan, banyak tempat wisata yang sering dikunjungi salah satunya masjid.

Di Solo terdapat beberapa masjid yang ikonik yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan. Berikut rangkumannya :
1. Masjid Solihin

Tag: Solihin - Deretan Masjid Bersejarah di Kota Solo untuk Wisata Religi  Selama Ramadan, Ini Daftarnya - Tribunsolo.com
Lokasi : alan Gajahmada No. 97, Punggawan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Masjid Sholihin dibangun pada tahun 1954. Pembangunan Masjid Sholihin dibangun dan diresmikan oleh R.NgtT. Prawirodirdjo. Di dalam Masjid Sholihin terdapat sebuah prasasti dalam aksara Hanacaraka dan bahasa Jawa serta prasasti terjemahan dalam bahasa Indonesia, terkait pewakafan masjid tersebut.

Mengusung konsep dari arsitektur bangunan masjid kuno Jawa pada umumnya, masjid ini memiliki atap bergaya arsitektur tajug tumpang tiga. Atap tumpuk berbentuk piramida yang menutupi ruangan dalam masjid ini.

2. Masjid Laweyan

Masjid Laweyan Solo | Dunia Masjid :: Jakarta Islamic Centre
Lokasi: Jl. Liris No.1, Belukan, Pajang, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57146

Masjid Laweyan disebut-sebut sebagai masjid tertua yang ada di Solo. Masjid yang dipercaya telah ada sejak 1546 ini dibangun pada sama Kerajaan Pajang yang telah ada jauh sebelum berdirinya Surakarta (1745M). Masjid sederhana ini berada di kawasan Kampung Batik Laweyan dan masih berdiri kokoh dengan beberapa ornamen asli masjid yang masih terjaga hingga saat ini.

Keberadaan masjid bersejarah ini menjadi saksi persebaran ajaran Islam di tanah Jawa pada masa itu. Mengunjungi destinasi wisata religi di Solo satu ini, wisatawan juga bisa melihat sebuah kompleks pemakaman yang disakralkan di belakang bangunan Masjid Laweyan. Makam ini sendiri merupakan makam Ki Ageng Henis yang merupakan tokoh yang berpengaruh di Laweyan pada masa lalu.

3. Masjid Agung Surakarta

Kubah GRC | Masjid Agung Surakarta – Jawa Tengah
Lokasi: Jl. Masjid Agung Baluwarti, Pasar Kliwon, Solo 57112

Masjid Agung Surakarta dahulu lebih dikenal dengan nama Masjid Ageng Keraton Hadiningrat. Masjid yang juga berperan penting dalam persebaran ajaran Islam di Jawa ini dibangun pada 1749 oleh Pakubuwono III dan selesai tahun 1768.

Karena masjid ini milik Keraton Kasunanan Surakarta, maka semua pegawai Masjid Agung Surakarta diangkat menjadi abdi dalem kraton. Bahkan merekapun mendapati gelar Seperti kanjeng Radeng Tumenggung Penghulu Tafsiranom (untuk penghulu) dan Lurah Muadzin (untuk juru adzan).

Masjid bersejarah ini berada di dalam kawasan Keraton Surakarta dengan arsitektur khas keraton yang sangat unik dan menarik. Jadi, tak heran saat mengunjungi destinasi wisata religi di Solo satu ini wisatawan tak hanya bisa mengagumi keunikan dari arsitekturnya namun juga melihat langsung berbagai benda-benda bersejarah Keraton Surakarta seperti jam matahari dan alat musik gamelan yang dikeramatkan.

4. Masjid Dalem Kalitan

Masjid Dalem Kalitan Warisan Pak Harto, Kombinasi Desain Jawa dan Timur  Tengah - Tribunnews.com Mobile
Lokasi: Jalan Kalitan Penumping Laweyan, Timuran, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57141

Masjid Dalem Kalitan adalah masjid yang berada di dalam komplek Dalem Kalitan milik Ibu Tien yang merupakan istri dari presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.

Pada mulanya, masjid bersejarah yang dibangun sekitar tahun 1786 ini dibangun oleh Pakubuwono X dari Keraton Kasunanan. Komplek masjid yang dibangun sendiri lengkap dengan bangunan rumah joglo dan juga pendopo. Kompleks ini kemudian dihibahkan pada Kanjeng Gusti Ratu Alit pada 1965 dan sejak saat itu dikenal dengan nama Dalem Kalitan sebelum dibeli oleh Ibu Tien yang masih memiliki garis keturuan dengan kerabat Keraton Mangkunegaran beberapa tahun kemudian.

Kini, Masjid Dalem Kalitan menjadi salah satu destinasi wisata religi di Solo dimana kamu juga bisa melihat berbagai peninggalan bersejarah keluarga kerajaan, termasuk memasuki rumah yang dahulu pernah ditinggali oleh Ibu Tien.

5. Masjid Al-Wustho Mangkunegaran

Al-Wustho Mangkunegaran Mosque - Wikipedia
Lokasi : Jalan Kartini Nomor 3, Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.

Masjid Al Wustho merupakan salah satu dari masjid tua dan bersejarah di Kota Surakarta. Al-Wustho Mangkunegaran merupakan masjid yang didirikan oleh Mangkunegara V. Berdiri sekitar tahun 1878 masehi, letaknya Al-Wustho Mangkunegaran berada di sebelah Pura Mangkunegaran Solo.

Pembangunan Masjid Al-Wustho diprakarsai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara-I (1725-1795) di Praja Mangkunagaran sebagai masjid kerajaan bagi Pura Mangkunagaran.

Sebelumnya dikenal dengan nama Masjid Mangkunegaran, karena sebagai lokasi pendukung kegiatan spiritual Pura Mangkunegaran Solo. Nama Al-Wustho diberikan pada tahun 1949 oleh Kepala Takmir Pura Mangkunegaran Raden Tumenggung K.H. Imam Rosidi. 

6. Masjid Darussalam

Jejak Perantau Banjar di Masjid Darussalam Jayengan Solo
Lokasi: Jalan Gatot Subroto Nomor 161, Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Jawa Tengah.

Masjid yang rutin menjadi lokasi pembagian bubur samin khas Banjar ini telah berdiri sejak 1960-an. Berdirinya Masjid Darussalam tersebut tak lepas dari peran para perantau asal Banjar. Bahkan budaya Banjar yang lekat, mengakar sejak dulu masih terasa di Masjid Darussalam. Satu di antaranya pembagian bubur samin.

Dua Tahun Ditiadakan, Masjid Darussalam Solo Kembali Bagikan Bubur Samin  Banjar – Timlo.net
 

 

 


LOKASI