INI 5 FAKTA MENARIK PERAHU KUNO PUNJULHARJO SEBAGAI PERAHU TERTUA DI INDONESIA

Perahu Kuno Punjulharjo
Perahu Kuno Punjulharjo / Kemendikbud

adak jadi terkenal setelah ditemukan sebuah kerangka perahu kuno di sana. Perahu kuno itu ditemukan salah seorang warga pada suatu pagi saat dia menggali tanah untuk pembuatan tambak garam.

Mendengar kabar temuan itu, tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta segera mendatangi lokasi dan melakukan pengamatan terhadap perahu kuno itu. Lalu apa saja hal-hal yang menarik dari perahu kuno itu? Berikut selengkapnya:

Ditemukan 1 Kilometer dari Garis Pantai

Perahu Kuno Punjulharjo ditemukan satu kilometer dari garis pantai utara Jawa. Padahal, lokasi perahu itu terdampar pada masanya merupakan garis pantai. Hal inilah yang kemudian menjadi indikator dalam memperkirakan berapa usia perahu kuno itu.

Melansir dari unimus.ac.id, apabila pergeseran garis pantai terjadi 1 meter untuk setiap tahunnya, maka ditentukan bahwa perahu itu telah terdampar kira-kira selama 1.000 tahun di sana.

Situs Perahu Tertua di Indonesia

Tertua di Indonesia, Ini 5 Fakta Menarik Perahu Kuno Punjulharjo Rembang |  Merdeka.com | LINE TODAY

©Kemdikbud.go.id

Setelah perahu kuno itu diteliti oleh Tim Balai Arkeologi Yogyakarta, sampel kayu pada perahu itu kemudian dikirim ke Amerika Serikat untuk diteliti kembali melalui teknologi carbon dating.

Dari alat itu diketahui bahwa perahu berukuran 15,2 x 47 meter itu berasal dari abad ke-7 Masehi. Hasil penelitian itupun membuat perahu ini menjadi situs arkeologi kelautan terutuh dan tertua di Indonesia.

Bahkan situs perahu kuno ini diperkirakan jauh lebih tua dibandingkan dengan Candi Borobudur yang baru dibangun sekitar abad ke-9 Masehi.

Artefak Lain yang Ditemukan

©YouTube/Balai Arkeologi Yogyakarta

Di samping badan perahu yang masih utuh, ditemukan pula berbagai artefak lain yang ada di dalam perahu tersebut. Artefak itu di antaranya untaian tali ijuk, fragmen kendil, gerabah, serta kelapa.

Namun berbagai temuan itu tidak dapat dikatakan sebagai barang-barang yang dibawa oleh perahu tersebut. Kemungkinan barang itu berasal dari tempat lain dan dibawa oleh air laut dan kemudian terperangkap di badan perahu.

Perahu Nusantara

 

Menurut PY Manguin, seorang ahli arkeologi asal Prancis, perahu yang ditemukan di Desa Punjulharjo Rembang itu termasuk jenis perahu Nusantara. Kesimpulan itu dibuat setelah dia mengamati teknologi konstruksi yang terdapat pada perahu kuno itu.

Melansir dari kanal YouTube Balai Arkeologi Yogyakarta, rekonstruksi teknis pada perahu itu meliputi tunas, papan kayu, pasak, dan tambuku. Lalu ada pula gading, tambuku, bambu penguat, serta tali ijuk. Komponen-komponen tersebut dibuat dari komponen kayu yang berbeda. Walau begitu, kayu itu masih berasal dari kawasan Asia Tenggara, tepatnya di daerah Sumatera dan Kalimantan. 

Kepercayaan Masyarakat Setempat

Walaupun telah diungkapkan secara ilmiah, namun masyarakat setempat masih saja percaya tentang hal-hal mistis mengenai perahu kuno itu. Hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat setempat yang berebut minta air laut yang merembes ke dasar perahu. Mereka meyakini bahwa air laut itu dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Adanya kepercayaan masyarakat itu membuat situs perahu kuno itu makin ramai dikunjungi wisatawan. Namun hal ini bisa saja merusak kondisi tubuh perahu yang tak luput dari injakan orang yang ingin mengambil air itu.

 

 


LOKASI