LAWANG SEWU: MELANGKAH KE MASA LALU DI BALIK SERIBU PINTU

Lawang Sewu
Lawang Sewu / Google Maps (Cahyadi Gunawan)


Jika Anda berkunjung ke Semarang, Lawang Sewu adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Gedung megah dengan arsitektur khas kolonial Belanda ini menyimpan cerita dari masa lampau yang siap membawa Anda pada perjalanan sejarah penuh pesona.

Foto

Lawang Sewu / Google Maps (Tommy Tjahjono)

 

Menguak Misteri di Balik Seribu Pintu

Lawang Sewu, dalam bahasa Jawa, berarti "seribu pintu". Meskipun secara faktual hanya memiliki 928 pintu, sebutan ini tetap melekat karena mencerminkan banyaknya pintu dan jendela besar yang menyerupai pintu. Ketika melangkahkan kaki ke dalam, Anda akan merasa seolah tersesat dalam labirin sejarah. Tiap ruangan memiliki nuansa unik, dengan papan informasi yang menjelaskan sejarah setiap sudutnya.

Namun, perjalanan Anda tidak hanya sebatas menikmati arsitektur. Tur berpemandu akan membawa Anda lebih jauh ke dalam kisah Lawang Sewu, dari masa jayanya sebagai kantor administrasi kereta api Belanda hingga perannya dalam pertempuran lima hari melawan Jepang pada tahun 1945.

Foto

Lawang Sewu / Google Maps

 

Jejak Sejarah di Setiap Sudut

Lawang Sewu berdiri sejak 1904 sebagai kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Arsitek awalnya, Ir. P. de Rieu, memulai pembangunan, namun rancangan kemudian diteruskan oleh Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag. Bangunan utama, Gedung A, selesai pada 1907, sementara perluasan terus dilakukan dengan menambah Gedung B, D, dan E yang dirancang oleh arsitek berbeda, termasuk Thomas Karsten.

Semasa pendudukan Jepang, gedung ini berubah fungsi menjadi markas tentara dan lokasi strategis dalam konflik kemerdekaan Indonesia. Ruang bawah tanahnya menyimpan kisah kelam yang kini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung pemberani.

Foto

Lawang Sewu / Google Maps (firin Laphiez)

 

Keindahan Arsitektur dan Simbol Kemakmuran

Dibangun dari bata keramik oranye yang melambangkan kemakmuran, Lawang Sewu memancarkan kesan megah. Tidak hanya sebagai simbol kekayaan pada masanya, desainnya juga dirancang cermat untuk menciptakan ventilasi udara yang sempurna. Hal ini membuat gedung tetap nyaman meski cuaca Semarang terkenal panas.

Foto

Lawang Sewu / Google Maps (Kristiwa Sandi)

 

Lawang Sewu Kini

Setelah melewati berbagai pemugaran, Lawang Sewu kini menjadi museum yang menyimpan koleksi benda bersejarah, seperti seragam masinis, alat komunikasi, hingga mesin cetak tiket. Selain wisata sejarah, tempat ini juga menjadi spot favorit untuk berfoto berkat desain arsitektur yang estetik dan instagenik.

Harga tiket masuknya sangat terjangkau: Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. Museum ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Jangan lupa membawa kamera, karena setiap sudut Lawang Sewu memiliki cerita dan daya tarik visual tersendiri.

Foto

Lawang Sewu / Google Maps (MUH JUNAEDI)

 

Rasakan Pesonanya Sendiri

Lawang Sewu bukan hanya destinasi wisata, melainkan portal ke masa lalu. Dengan keindahan arsitektur dan kisah-kisah menarik yang tersimpan di dalamnya, Anda tidak hanya akan belajar sejarah, tetapi juga merasakan langsung atmosfer masa lampau. Jadi, kapan Anda akan melangkah ke dunia seribu pintu ini?

Baca Juga :

LOKASI