SEJARAH GETHUK MAGELANG, BERAWAL DARI MASA SULIT PENJAJAHAN JEPANG

gethuk magelang
gethuk magelang / kompas.com


Siapa sangka, camilan manis yang kita nikmati saat ini, gethuk, memiliki sejarah yang begitu panjang dan penuh makna? Lahir di masa sulit penjajahan Jepang, gethuk bukan sekadar makanan, melainkan simbol ketahanan pangan dan kreativitas masyarakat Magelang.

Asal-Usul Gethuk di Masa Sulit

Kisah gethuk bermula pada masa penjajahan Jepang di era 1940-an. Kala itu, kelangkaan beras memaksa masyarakat Magelang mencari alternatif makanan pokok. Singkong, yang mudah tumbuh dan tersedia melimpah, menjadi pilihan utama.

Seorang warga bernama Ali Mohtar memiliki inisiatif untuk mengolah singkong menjadi makanan yang lebih menarik. Dengan cara ditumbuk hingga halus, singkong tersebut kemudian dicampur dengan gula dan dibentuk. Karena proses penumbukan yang menimbulkan bunyi "tuk-tuk", maka makanan ini pun dinamakan gethuk. Gethuk produksi Ali kemudian dinamai Gethuk Karet.

Dari Makanan Alternatif Menjadi Kuliner Legendaris

Awalnya, gethuk hanya dianggap sebagai makanan pengganti saat kelangkaan pangan. Namun, seiring berjalannya waktu, rasa manis dan teksturnya yang lembut membuat gethuk semakin digemari. Kreativitas masyarakat Magelang dalam mengolah gethuk pun terus berkembang, menghasilkan berbagai varian rasa dan bentuk yang semakin menarik.

Gethuk sebagai Simbol Ketahanan Pangan

Kisah gethuk mengajarkan kita tentang pentingnya memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Dalam kondisi sulit sekalipun, masyarakat Magelang mampu berkreasi dan menciptakan makanan yang lezat dan bergizi. Gethuk menjadi simbol ketahanan pangan dan kreativitas masyarakat Indonesia.

Filosofi di Balik Gethuk

Selain sejarahnya yang menarik, gethuk juga memiliki filosofi yang mendalam. Ada pepatah Jawa yang mengatakan "gethuk asale seka tela, yen ora pethuk atine dadi gela" yang artinya "gethuk berasal dari singkong, jika tidak bertemu (dengan gethuk) hati akan menjadi sedih". Pepatah ini menggambarkan betapa gethuk telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Magelang dan memberikan kebahagiaan bagi yang menikmatinya.

Gethuk hingga Kini

Di Kota Magelang, selain Getuk Karet yang kini dilanjutkan oleh Sri Rahayu, cucu Ali Mohtar, juga terdapat tiga jenama usaha getuk yang dikenal banyak masyarakat. Ketiganya adalah Getuk Trio, Getuk Eco, dan Getuk Borobudur.

Hingga kini, gethuk tetap menjadi salah satu oleh-oleh khas Magelang yang paling dicari. Keberadaannya telah berkembang pesat, tidak hanya dinikmati masyarakat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Magelang.

Sejarah gethuk Magelang mengajarkan kita tentang pentingnya kreativitas dan pemanfaatan sumber daya alam dalam menghadapi kesulitan. Dari makanan alternatif di masa sulit, gethuk kini telah menjelma menjadi kuliner legendaris yang membanggakan masyarakat Magelang.

Baca Juga :

LOKASI