SOMPIL BU SRI KOCO KLATEN, KULINER LANGKA MIRIP KETUPAT YANG DIBUNGKUS DAUN BAMBU

Mirip ketupat, tapi bungkusnya pakai daun bambu! ?  Namanya Sompil, kuliner tradisional khas Jogonalan, Klaten, yang disajikan bersama opor, sambal go
Mirip ketupat, tapi bungkusnya pakai daun bambu! ? Namanya Sompil, kuliner tradisional khas Jogonalan, Klaten, yang disajikan bersama opor, sambal go / Detikcom


Mengenal Sompil, Kuliner Khas Jogonalan yang Mulai Langka

Jawa Tengah memiliki banyak kuliner tradisional yang tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan cerita tentang kebiasaan masyarakat setempat. Salah satunya adalah sompil, makanan berbahan dasar beras yang menjadi kuliner khas Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Sekilas, sompil terlihat seperti lontong atau ketupat. Namun, makanan ini memiliki ciri khas berupa bentuk segitiga dan penggunaan daun bambu sebagai pembungkusnya. Cara pembuatan tersebut menghasilkan aroma serta tekstur yang berbeda dari lontong pada umumnya. Salah satu tempat yang masih mempertahankan kuliner ini adalah Sompil Bu Sri Koco di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan. Usaha yang dikelola Sri Hartini dan Sukoco tersebut telah berjualan sejak 2008 dan menjadi salah satu tempat untuk menemukan sompil di Klaten. Keberadaan warung ini menarik perhatian karena sompil termasuk makanan tradisional yang semakin jarang dijumpai. Di tengah banyaknya pilihan makanan modern, mempertahankan kuliner seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan gastronomi daerah.

Bukan Lontong Biasa, Ini Keunikan Sompil Jogonalan

Hal yang membedakan sompil dengan ketupat atau lontong terletak pada bahan pembungkus dan proses pembuatannya. Jika ketupat menggunakan janur dan lontong biasanya memakai daun pisang, sompil menggunakan daun bambu apus yang dibentuk menyerupai segitiga. Beras yang telah dibungkus kemudian direbus selama kurang lebih dua jam hingga matang. Proses tersebut menghasilkan tekstur yang padat, kenyal, dan sedikit gurih dengan aroma khas dari daun pembungkusnya. Nama sompil juga berkaitan dengan bentuknya yang menyerupai keong sawah berbentuk kerucut atau segitiga. Bentuk ini membuat tampilannya mudah dikenali dan menjadi identitas kuliner tradisional masyarakat Jogonalan. Sompil dahulu dikenal sebagai hidangan yang erat kaitannya dengan perayaan Lebaran dan bulan Syawal. Namun, Sompil Bu Sri Koco berupaya mempertahankan keberadaannya dengan menjual makanan ini setiap hari sehingga masyarakat tidak harus menunggu musim Lebaran untuk menikmatinya.

Disajikan dengan Opor dan Sambal Ducang

Menikmati sompil tentu belum lengkap tanpa lauk pendampingnya. Hidangan ini umumnya disajikan bersama opor, sambal goreng krecek, telur rebus atau ayam, serta ducang yang menjadi salah satu pelengkap khasnya. Ducang merupakan sambal berbahan dasar kedelai dan kacang yang memberikan sensasi gurih pada sajian. Ketika dipadukan dengan sompil yang lembut, opor yang kaya rempah, dan sambal goreng krecek, perpaduan rasanya menjadi semakin beragam. Kombinasi tersebut membuat sompil cocok dinikmati sebagai menu makan siang. Porsinya juga mengenyangkan karena berbahan dasar beras dan dilengkapi berbagai lauk. Bagi pengunjung yang ingin mencoba makanan tradisional selain gudeg, nasi liwet, atau soto, sompil bisa menjadi pilihan berbeda saat berwisata kuliner di wilayah Klaten.

Harga Sompil Bu Sri Koco yang Ramah di Kantong

Selain memiliki keunikan dari sisi bahan dan cara pengolahan, sompil juga dikenal sebagai makanan dengan harga yang relatif terjangkau. Berdasarkan pemberitaan mengenai Sompil Bu Sri Koco, harga yang pernah dicantumkan adalah sekitar Rp10.000 per porsi dengan lauk telur rebus dan Rp13.000 dengan ayam paha bawah. Harga tersebut merupakan referensi dari pemberitaan sebelumnya, sehingga sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada penjual sebelum berkunjung. Dengan harga tersebut, sompil bisa menjadi alternatif kuliner tradisional bagi pengunjung yang ingin mencicipi makanan khas daerah tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Lokasi Sompil Bu Sri Koco di Klaten

Sompil Bu Sri Koco berada di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasi warung ini juga tercatat di Jalan Angkringan Pakdhe 1 No. 14, Gatak, Gondangan, Jogonalan. Pengunjung dapat mencari nama Sompil Bu Sri Koco melalui Google Maps untuk memperoleh petunjuk perjalanan yang lebih akurat. Informasi yang tersedia mencantumkan jam operasional sekitar pukul 09.00–17.00 WIB, sedangkan pemberitaan terdahulu menyebutkan penjualan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Untuk menghindari kedatangan saat warung belum buka atau makanan sudah habis, pengunjung sebaiknya memastikan jadwal terbaru terlebih dahulu.

Menjaga Kuliner Tradisional agar Tidak Hilang

Sompil bukan sekadar makanan berbahan dasar beras. Cara pembuatannya, penggunaan daun bambu, dan kebiasaan masyarakat yang menyajikannya saat Syawal menjadi bagian dari cerita budaya kuliner Klaten. Keberadaan Sompil Bu Sri Koco menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di tengah perubahan selera masyarakat. Dengan terus memperkenalkan makanan ini kepada generasi muda dan wisatawan, peluang untuk mempertahankan warisan kuliner lokal juga semakin besar. Bagi pencinta wisata kuliner yang ingin menjelajahi makanan khas Jawa Tengah, sompil bisa menjadi pilihan menarik ketika berkunjung ke Klaten. Rasanya sederhana, penyajiannya khas, dan ceritanya menjadi alasan tersendiri untuk mengenal lebih dekat kekayaan kuliner daerah ini.

Baca Juga :

LOKASI