Telaga Merdada, yang terletak di Desa Karang Tengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, merupakan telaga terluas di Dataran Tinggi Dieng dengan luas sekitar 25 hektare. Dikelilingi oleh dua bukit, Bukit Pangonan dan Bukit Semurup, telaga ini memiliki daya tarik tersendiri dengan keindahan alamnya. Nama "Merdada" berasal dari kata "dada" yang berarti lapang atau luas, mencerminkan ukuran telaga ini yang memang sangat besar.
Telaga Merdada / indonesiakaya.com
Karakteristik Telaga Merdada
Uniknya, Telaga Merdada tidak memiliki mata air alami. Air yang mengisi telaga ini sepenuhnya berasal dari air hujan, sehingga di musim kemarau, telaga akan mengalami penyurutan, dan bagian tengahnya yang berisi lumpur akan terlihat. Namun, lumpur tersebut cukup dalam dan berbahaya untuk dilintasi, sehingga pengunjung tidak disarankan untuk berjalan melewati bagian tengah telaga.
Sejarah dan Fungsi Ekonomi
Pada periode 1950 hingga 1998, area di sekitar Telaga Merdada digunakan oleh PT Dieng Jaya sebagai lahan pembibitan jamur. Ketika krisis ekonomi melanda, perusahaan ini pun berhenti beroperasi. Hingga saat ini, bangunan bekas pabrik jamur tersebut masih ada dan sebagian digunakan oleh masyarakat untuk menyimpan pupuk sebelum dibawa ke ladang. Selain itu, air telaga menjadi sumber pengairan penting bagi ladang kentang dan sayuran di sekitar telaga, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat setempat.
Telaga Merdada / indonesiakaya.com
Daya Tarik Alam dan Ekosistem
Telaga Merdada menjadi habitat bagi berbagai spesies unggas, termasuk belibis yang masih dapat ditemui di sekitar telaga. Masyarakat setempat turut menjaga kelestarian hewan-hewan tersebut sebagai bagian dari upaya melestarikan ekosistem telaga. Di sekitar tepi telaga, pengunjung bisa melihat hamparan ladang sayuran yang menghijau. Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga bisa berjalan mengelilingi telaga atau menikmati keindahan dari dermaga wisata yang tersedia.
Telaga Merdada / indonesiakaya.com
Festival Telaga Merdada
Setiap tahunnya, diadakan Festival Telaga Merdada yang memamerkan berbagai kebudayaan dan seni rakyat. Festival ini menampilkan gelaran seni tradisional, gunungan, dan sendra tari yang mengisahkan asal mula terbentuknya telaga, yang terinspirasi dari cerita pewayangan tentang pertempuran Raja Kera Subali dan Sugriwa. Pada malam terakhir festival, pengunjung diajak untuk melepas lampion harapan di atas telaga, serta berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon dan pelepasan benih ikan pada siangnya sebagai bagian dari pelestarian alam dan ekosistem telaga.
Fasilitas dan Akses Wisata
Telaga Merdada buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dengan tiket masuk Rp5.000 per orang. Berbagai fasilitas wisata tersedia, termasuk area foto, mushola, toilet, serta warung makanan yang menyediakan hidangan lokal. Pengunjung juga dapat menyewa perahu untuk menikmati pemandangan dari atas air, menjadikan pengalaman wisata semakin menyenangkan.
Rute Menuju Telaga Merdada
Untuk menuju Telaga Merdada dari Wonosobo, jarak tempuhnya sekitar 30 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan. Rute yang bisa dilalui adalah melalui Jalan KH Abdurrahman Wahid, kemudian Jalan Dieng, dan dilanjutkan ke Jalan Wanayasa Dieng. Rute ini menawarkan pemandangan pegunungan yang indah dan hawa sejuk khas dataran tinggi.
Telaga Merdada / indonesiakaya.com
Tips Berwisata
Telaga Merdada adalah tempat yang tepat untuk menikmati ketenangan alam sambil mengenal budaya lokal Dieng. Wisata ini menyuguhkan pemandangan yang menakjubkan, sekaligus memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga kelestarian alam untuk masa depan.
Baca Juga :