Jawa Tengah punya banyak kuliner tradisional dengan nama yang tidak biasa. Salah satunya adalah Tetek Melek yang berasal dari Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Meskipun namanya terdengar unik, Tetek Melek sebenarnya merupakan makanan sederhana yang memanfaatkan singkong sebagai bahan utama. Pemerintah Desa Keji sendiri mencatat Tetek Melek sebagai salah satu potensi kuliner khas desa.
Makanan ini sekilas memiliki kemiripan dengan kue jongkong. Namun, Tetek Melek mempunyai cara pengolahan dan penyajian tersendiri. Singkong dikupas, dibersihkan, kemudian diparut dan diperas untuk mengurangi kadar airnya.
Setelah itu, parutan singkong diberi garam dan gula jawa, kemudian dikukus sampai matang. Setelah dingin, makanan dipotong-potong dan disajikan dengan parutan kelapa serta serundeng.
Bagian paling menarik dari makanan ini tentu saja namanya.
Menurut informasi pariwisata Kabupaten Semarang, nama Tetek Melek berkaitan dengan kebiasaan masyarakat dalam membuat dan menikmati makanan tersebut sambil tetap terjaga atau melek. Ada pula kaitannya dengan harapan agar orang yang menyantapnya tetap terjaga ketika menyaksikan pertunjukan adat dan kesenian di desa.
Jadi, nama tersebut memiliki cerita tersendiri dan tidak sekadar dibuat untuk terdengar unik.
Tetek Melek bahkan tidak hanya diposisikan sebagai makanan sehari-hari. Dalam pengembangan wisata Desa Keji, makanan ini pernah digunakan sebagai salah satu sajian untuk wisatawan, bersama dengan kuliner khas lainnya seperti Pecel Gablok.
Menariknya, Tetek Melek bukan sekadar cerita kuliner masa lalu. Pemerintah Desa Keji masih melakukan pengembangan makanan tersebut sebagai potensi UMKM.
Pada 15 September 2025, Pemerintah Desa Keji mengadakan sosialisasi UMKM mengenai pengelolaan makanan khas berbahan dasar singkong Tetek Melek. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah singkong menjadi produk yang mempunyai nilai tambah.
Pemerintah Desa Keji juga mencantumkan Tetek Melek sebagai salah satu kuliner tradisional dalam potensi wisata desa bersama Pecel Gablok.
Keunikan Tetek Melek bukan hanya terletak pada namanya. Di balik makanan sederhana ini terdapat cerita mengenai bahan pangan lokal, kebiasaan masyarakat, hingga upaya mempertahankan kuliner tradisional.
Bagi wisatawan yang ingin mencari kuliner yang tidak terlalu mainstream di Kabupaten Semarang, Tetek Melek bisa menjadi salah satu makanan yang menarik untuk dikenali.
Apalagi, kuliner ini merupakan bagian dari potensi Desa Wisata Keji, yang juga memiliki kesenian tradisional seperti gamelan, Kuda Debog, dan Kuda Lumping serta tradisi Iriban Banyu Kemloso.
Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Tetek Melek tercatat sebagai kuliner khas Desa Keji. Untuk mendapatkan makanan ini secara langsung, ketersediaannya dapat bergantung pada kegiatan desa, UMKM, maupun aktivitas wisata yang sedang berlangsung.
Baca Juga :