BOLANG-BALING BUGANGAN SEMARANG: JAJANAN LEGENDARIS 35 TAHUN YANG MASIH PAKAI KAYU BAKAR

Nggak harus mahal buat menikmati sore. Kadang, bolang-baling hangat dan jajanan sederhana justru punya cerita yang lebih panjang.
Nggak harus mahal buat menikmati sore. Kadang, bolang-baling hangat dan jajanan sederhana justru punya cerita yang lebih panjang. / Detik food


Jajanan Sore yang Sudah Berjualan Puluhan Tahun

Di tengah banyaknya kuliner kekinian di Kota Semarang, masih ada jajanan tradisional yang mampu bertahan selama puluhan tahun. Salah satunya adalah bolang-baling milik Juminten dan Rebo di Kampung Bugangan.

Penjualannya berada di Jalan Citarum Selatan IV, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang. Menjelang sore, lokasi tersebut mulai ramai didatangi pembeli yang ingin menikmati bolang-baling dan cakwe yang baru saja diangkat dari penggorengan.

Juminten sendiri sudah berjualan bolang-baling di lokasi tersebut selama lebih dari 35 tahun. Usaha tersebut bahkan merupakan kelanjutan dari resep yang sebelumnya dibuat oleh kakaknya.

Masih Menggunakan Kayu Bakar

Salah satu hal yang membuat bolang-baling Bugangan berbeda adalah cara memasaknya.

Di saat banyak pedagang sudah menggunakan kompor gas, Juminten dan Rebo masih mempertahankan penggunaan tungku kayu bakar untuk menggoreng bolang-baling. Cara tersebut sudah menjadi bagian dari proses pembuatan yang mereka pertahankan selama bertahun-tahun.

Saat proses memasak berlangsung, pengunjung bahkan dapat melihat langsung aktivitas di dapur sederhana tempat adonan dibuat dan digoreng. Aroma kayu bakar dan bolang-baling yang baru matang menjadi bagian dari pengalaman ketika membeli jajanan tersebut.

Bolang-Baling dan Cakwe Jadi Menu Utama

Bolang-baling sendiri merupakan jajanan berbahan dasar tepung yang memiliki tekstur empuk dengan bagian luar yang digoreng hingga kecokelatan. Jajanan ini biasanya dijual bersama cakwe, sehingga pembeli bisa memilih sesuai selera.

Proses pembuatannya masih dilakukan secara sederhana. Setiap hari, Juminten dan Rebo mulai mempersiapkan adonan sekitar pukul 15.00 WIB. Adonan kemudian diuleni, dipotong, dan digoreng hingga sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam sekali produksi, mereka dapat menggunakan sekitar 25 kilogram tepung terigu. Meski harga bahan baku terus mengalami kenaikan, harga bolang-baling yang mereka jual tetap dipertahankan agar tetap terjangkau bagi pelanggan.

Berapa Harga Bolang-Baling Bugangan?

Nah, ini salah satu alasan jajanan tersebut masih banyak diminati.

Rp10.000 bisa mendapatkan sekitar 15 buah bolang-baling. Jika hanya membeli Rp5.000, pembeli terkadang mendapatkan sekitar delapan buah.

Harga tersebut membuat bolang-baling Bugangan menjadi pilihan jajanan yang cukup murah untuk dinikmati bersama teman atau keluarga. Bahkan, salah satu pembeli yang datang setelah mengetahui tempat tersebut dari media sosial mengaku tertarik karena harganya lebih murah dibandingkan beberapa penjual lainnya.

Cocok Buat Nyore di Semarang

Kalau biasanya waktu sore dihabiskan dengan ngopi di kafe, bolang-baling Bugangan menawarkan pilihan yang lebih sederhana.

Pembeli bisa datang menjelang magrib, membeli bolang-baling yang masih hangat, kemudian menikmatinya sambil berbincang bersama teman atau keluarga. Suasana sederhana di sekitar rumah penjual justru menjadi bagian dari daya tarik kuliner tradisional ini.

Selain itu, waktu jualannya memang cukup cocok untuk agenda nyore. Aktivitas membuat dan menggoreng bolang-baling dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, sementara penjualan berlangsung hingga sekitar pukul 20.00 WIB.

Lokasi Bolang-Baling Bugangan Semarang

Buat yang ingin mencoba langsung, bolang-baling legendaris ini berada di:

Jalan Citarum Selatan IV, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Lokasinya berada di lingkungan permukiman sehingga pengunjung perlu memperhatikan kondisi sekitar dan tidak mengganggu aktivitas warga ketika datang.

Kenapa Masih Ramai Setelah 35 Tahun?

Di tengah banyaknya jajanan baru yang bermunculan, bertahannya bolang-baling Bugangan selama lebih dari tiga dekade tentu bukan sesuatu yang biasa.

Selain harga yang murah, daya tariknya juga terletak pada resep yang diwariskan, cara memasak menggunakan kayu bakar, serta konsistensi penjual mempertahankan usaha tersebut.

Bahkan hingga sekitar pukul 19.00 WIB, pembeli masih terlihat datang silih berganti untuk membeli bolang-baling dan cakwe. Karena tempatnya relatif kecil, pembeli terkadang harus menunggu atau berdesakan ketika sedang ramai.

Buat kamu yang sedang mencari kuliner murah di Semarang untuk nyore, bolang-baling Bugangan bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik. Bukan cuma soal harga, jajanan ini juga menawarkan cerita panjang tentang usaha kuliner yang mampu bertahan lebih dari 35 tahun.

Dengan Rp10 ribu bisa mendapatkan 15 bolang-baling, ditambah pengalaman melihat proses memasak menggunakan tungku kayu bakar, kulineran sore di Bugangan jadi punya cerita tersendiri.

Nggak harus mahal buat menikmati sore. Kadang, bolang-baling hangat dan jajanan sederhana justru punya cerita yang lebih panjang.

Baca Juga :

LOKASI

Jalan Citarum Selatan IV, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.