Pecel dengan Sayur Pakis
Pecel Pakis Colo memiliki tampilan yang sekilas mirip dengan pecel pada umumnya. Nasi putih disajikan bersama sayuran, kemudian disiram dengan bumbu kacang. Perbedaannya terletak pada penggunaan daun pakis muda sebagai sayuran utama. Daun pakis yang direbus atau diblansir memiliki tekstur yang tetap renyah ketika disantap bersama bumbu kacang.
Kuliner Khas Lereng Gunung Muria
Pecel pakis menjadi salah satu kuliner yang identik dengan Desa Colo, Kecamatan Dawe. Kawasan ini berada di lereng Gunung Muria dan dikenal sebagai salah satu jalur menuju kawasan wisata serta Makam Sunan Muria. Daun pakis sendiri banyak tumbuh secara alami di area yang lembap seperti tepi sungai dan tebing. Bahan sederhana tersebut kemudian diolah menjadi sajian pecel yang menjadi ciri khas kuliner setempat.
Bumbu Kacangnya Punya Cita Rasa Khas
Selain daun pakis, bumbu kacang menjadi bagian penting dari sajian ini. Racikan bumbu biasanya menggunakan kacang tanah, bawang, kencur, dan terasi sehingga menghasilkan rasa gurih, sedikit pedas, serta aroma rempah yang khas. Di sejumlah warung, bumbu pecel masih dibuat dengan cara ditumbuk. Teknik tersebut membuat tekstur bumbunya tidak terlalu halus dan terasa lebih khas ketika dicampur dengan sayuran pakis.
Bisa Ditambah Berbagai Lauk
Pecel pakis biasanya disajikan bersama lauk tambahan. Pengunjung dapat memilih telur dadar atau telur mata sapi, tempe goreng, perkedel, hingga gimbal udang. Beberapa warung di kawasan Colo juga menyediakan menu lain seperti ayam bakar dan ayam goreng. Salah satunya adalah Pecel Pakis & Ayam Bakar Mbok Yanah yang sudah diteruskan hingga generasi ketiga.
Cocok untuk Sarapan Setelah Menikmati Muria
Pecel pakis cocok disantap sebagai menu sarapan maupun makan siang. Suasana kawasan Colo yang berada di lereng Gunung Muria juga membuat pengalaman makan terasa berbeda, terutama setelah berwisata atau berziarah di kawasan tersebut. Bagi pencinta kuliner tradisional, Pecel Pakis menjadi salah satu sajian yang menarik dicoba karena menggunakan bahan lokal yang kemudian menjadi identitas kuliner khas Kudus.
Harga: Sekitar Rp10.000 per porsi, tergantung warung dan lauk yang dipilih. Harga dapat berubah.
Baca Juga :