PINDANG TETEL PEKALONGAN : KULINER KHAS DENGAN KUAH KLUWEK DAN TETELAN SAPI

Pindang Tetel, kuliner khas Pekalongan dengan tetelan daging sapi, kuah kluwek, dan kerupuk usek sebagai pelengkap.
Pindang Tetel, kuliner khas Pekalongan dengan tetelan daging sapi, kuah kluwek, dan kerupuk usek sebagai pelengkap. / https://sl.bing.net/kY11ar0XZ2i


Kuliner Khas Pekalongan dengan Kuah Gelap

Pekalongan tidak hanya dikenal dengan batik dan nasi megono. Daerah ini juga memiliki Pindang Tetel, kuliner berkuah yang menggunakan tetelan daging sapi sebagai bahan utamanya. Sekilas tampilannya mirip rawon karena sama-sama memiliki kuah berwarna gelap. Namun, Pindang Tetel mempunyai racikan bumbu dan karakter rasa tersendiri yang membuatnya menjadi bagian dari kuliner khas Pekalongan. 

Menggunakan Tetelan Daging Sapi

Berbeda dengan hidangan bernama pindang yang umumnya identik dengan ikan, Pindang Tetel justru menggunakan daging sapi. Bagian yang digunakan secara tradisional adalah tetelan, yaitu potongan daging yang masih melekat di sekitar tulang dan memiliki perpaduan daging, urat, serta lemak. Dalam perkembangannya, sajian ini juga dapat menggunakan tambahan daging sapi, kikil, maupun jeroan sesuai racikan masing-masing penjual. 

Kuah Gurih dari Kluwek dan Rempah

Warna gelap Pindang Tetel berasal dari penggunaan kluwek. Bumbu tersebut kemudian dipadukan dengan berbagai rempah sehingga menghasilkan kuah dengan rasa gurih dan aroma yang khas. Penggunaan kluwek membuat Pindang Tetel sekilas mengingatkan pada rawon. Namun, cita rasa dan cara penyajiannya membuat hidangan ini memiliki identitas tersendiri sebagai makanan khas Pekalongan. 

Wajib dengan Kerupuk Usek

Satu hal yang cukup identik dengan Pindang Tetel adalah kerupuk usek atau kerupuk pasir. Kerupuk berwarna putih atau merah muda ini biasanya disajikan sebagai pelengkap dan memberikan tekstur renyah di tengah kuah dan tetelan sapi. Selain kerupuk, Pindang Tetel juga kerap disantap bersama kluban atau urap sayuran. Di beberapa tempat, hidangan pendampingnya dapat berbeda mengikuti kebiasaan dan racikan masing-masing penjual. 

Berasal dari Ambokembang

Pindang Tetel dipercaya berasal dari Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Kuliner ini berkembang dari kreativitas masyarakat setempat dalam mengolah bahan yang tersedia, termasuk kluwek dan tetelan sapi. Dari Ambokembang, Pindang Tetel kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Pekalongan. Kini, hidangan tersebut dapat ditemukan di sejumlah warung, baik di Kabupaten Pekalongan maupun Kota Pekalongan. 

Kuliner Pekalongan yang Layak Dicoba

Pindang Tetel menjadi salah satu pilihan bagi pencinta kuliner tradisional yang ingin mencoba hidangan khas dengan cita rasa berbeda. Perpaduan tetelan sapi, kuah kluwek, rempah, kerupuk usek, dan kluban membuat sajian ini memiliki karakter yang cukup kuat. Bagi wisatawan yang sedang berada di Pekalongan, mencicipi Pindang Tetel bisa menjadi cara untuk mengenal salah satu kekayaan kuliner daerah yang telah berkembang dari masyarakat lokal.

Baca Juga :

LOKASI