Kuliner Legendaris Sejak 1950
Melintas jalur Temanggung-Wonosobo, ada rumah makan tradisional yang sudah puluhan tahun menjadi tempat singgah para pencinta kuliner. Namanya Rumah Makan Bu Carik yang berada di kawasan Parakan. Rumah makan ini telah berdiri sejak 1950 dan kini diteruskan oleh generasi ketiga. Meski sudah melewati lebih dari tujuh dekade, resep dan cita rasa masakan khasnya masih dipertahankan.
Brongkos Daging Jadi Menu Andalan
Salah satu menu yang paling banyak diburu adalah brongkos daging. Kuah berbumbu rempah dipadukan dengan potongan daging sapi yang dimasak hingga empuk. Selain brongkos, pengunjung juga dapat menikmati empal kampung, pecel, opor, baceman, serta berbagai olahan jeroan seperti babat, iso, dan paru.
Suasananya Seperti Makan di Rumah Nenek
Bukan hanya makanannya yang menjadi daya tarik. Rumah Makan Bu Carik masih mempertahankan suasana sederhana dengan nuansa rumah makan tempo dulu. Meja kayu, foto-foto keluarga yang terpajang di dinding, serta jajanan tradisional di sekitar area makan membuat suasananya terasa akrab dan bernostalgia.
Ada Jajanan Tradisional
Setelah menikmati makanan utama, pengunjung juga bisa memilih berbagai jajanan tradisional yang tersedia. Beberapa di antaranya klepon, lumpia, onde-onde, hingga wajik. Jajanan tersebut menjadi pelengkap yang menarik, terutama bagi pengunjung yang ingin membawa pulang camilan khas atau sekadar menikmati kudapan setelah makan.
Jadi Tempat Singgah Saat Perjalanan
Lokasinya berada di jalur utama Temanggung-Wonosobo sehingga Rumah Makan Bu Carik cukup mudah dijangkau wisatawan yang sedang melakukan perjalanan menuju kawasan Wonosobo maupun Temanggung. Dengan menu tradisional, suasana sederhana, dan sejarah panjang yang dimilikinya, rumah makan ini cocok untuk wisatawan yang ingin mencicipi kuliner Jawa dengan cita rasa yang masih dipertahankan dari generasi ke generasi.
Harga: Sekitar Rp5.000–Rp30.000, tergantung menu yang dipilih.
Jam buka: Setiap hari, pukul 07.00–17.00 WIB.
Baca Juga :