SEGO TEWEL MBAH SULASEH PATI : KULINER SEDERHANA YANG BERTAHAN SEJAK 1978

Sego Tewel Mbah Sulaseh menjadi salah satu kuliner khas Pati yang telah bertahan sejak 1978.
Sego Tewel Mbah Sulaseh menjadi salah satu kuliner khas Pati yang telah bertahan sejak 1978. / https://sl.bing.net/nbnbjIINWu


Sego Tewel Mbah Sulaseh.

Kalau sedang berburu kuliner khas Pati, jangan hanya mencari sego gandul. Ada satu sajian sederhana yang sudah bertahan selama puluhan tahun. Kuliner ini berada di kawasan Gandong, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Warung tersebut sudah menjual sego tewel sejak 1978 dan masih menjadi pilihan kuliner warga hingga sekarang.

Sudah Ada Sejak 1978

Sego Tewel Mbah Sulaseh punya cerita panjang. Sejak 1978, warung ini menyajikan sego tewel dengan resep dan cara penyajian yang sederhana. Nama sego tewel sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa. “Sego” berarti nasi, sedangkan “tewel” merupakan sebutan untuk nangka muda.

Nasi dengan Sayur Tewel

Satu porsi sego tewel berisi nasi yang kemudian disiram dengan sayur nangka muda dan kuah gurih. Yang menarik, makanan ini disajikan menggunakan alas daun jati. Aroma khas daun jati kemudian berpadu dengan kuah tewel yang hangat sehingga memberikan sensasi tersendiri saat disantap.

Ada Telur Semur dan Daging

Selain sayur tewel, hidangan ini juga dilengkapi telur semur. Ciri khas lainnya adalah kuah yang cukup kental serta potongan daging yang empuk. Untuk informasi harga, sumber yang dipublikasikan pada 2023 mencatat sego tewel mulai Rp3.000, dengan tambahan telur Rp6.000 dan telur serta daging Rp10.000. Harga tersebut merupakan informasi lama sehingga perlu dikonfirmasi kembali saat berkunjung. 

Cocok untuk Kulineran Sore

Sego Tewel Mbah Sulaseh bisa menjadi pilihan untuk mengisi perut saat sore hingga malam ketika berada di Pati. Saat ini, data bisnis mencatat warung buka setiap hari sekitar pukul 16.00–21.00 WIB. Lokasinya berada di Gandong, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati.

Baca Juga :

LOKASI