Warung Makan Haji Igun Hadir di Kudus
Kudus kembali memiliki pilihan kuliner baru yang menarik perhatian. Warung Makan Haji Igun resmi hadir di kawasan United Square Kudus dan diresmikan langsung oleh Ivan Gunawan atau yang akrab disapa Igun pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kehadiran warung ini sekaligus menjadi bagian dari perubahan konsep usaha kuliner milik Igun yang sebelumnya dikenal dengan nama Nasi Kulit Mak Igun. Kudus dipilih sebagai salah satu tempat untuk memperkenalkan identitas baru tersebut. (Kuliner Muria News??)
Membawa Konsep Masakan Rumahan
Berbeda dari konsep restoran yang terkesan formal, Warung Makan Haji Igun hadir dengan suasana warung yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat. Konsep makanan yang ditawarkan merupakan perpaduan masakan Indonesia dan peranakan dengan karakter masakan rumahan. Igun menyebut konsep tersebut terinspirasi dari sang nenek yang dahulu memiliki restoran dengan sajian perpaduan masakan Indonesia dan peranakan. (Kudusterkini??) Pilihan lauk yang banyak juga menjadi salah satu ciri utama warung ini. Pengunjung bisa memilih berbagai menu sesuai selera tanpa harus terpaku pada satu jenis makanan.
Ada Sekitar 30 Pilihan Menu
Warung Makan Haji Igun menawarkan sekitar 30 varian menu. Pilihannya cukup beragam, mulai dari olahan ayam, kulit, seafood, daging sapi hingga berbagai menu pendamping. Salah satu menu yang menjadi andalan adalah Sate Kulit Jumbo. Selain itu, ada pula Nasi Kulit Lengkap, Ayam Lada Hitam, Ayam Asam Manis, Ayam Goreng Lengket, Terong Raos dan berbagai menu lainnya. (Kuliner Muria News??) Untuk menu nasi, salah satu yang cukup menarik adalah Nasi Kulit Lengkap yang ditawarkan dengan harga mulai Rp13.900. Tersedia pula pilihan seperti Nasi Kulit Ayam Kecombrang, Paru Oseng dan Cumi Oseng. (Kuliner Muria News??)
Sate Kulit Jumbo Jadi Menu Andalan
Bagi pencinta olahan kulit ayam, Sate Kulit Jumbo bisa menjadi salah satu menu yang patut dicoba. Ivan Gunawan menyebut menu tersebut sebagai salah satu best seller di Warung Makan Haji Igun. Ukurannya yang lebih besar menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mencoba menu berbahan kulit ayam. (Kuliner Muria News??) Selain sate kulit, tersedia pula berbagai olahan ayam seperti Ayam Bakar, Ayam Geprek, Ayam Kung Pao, Ayam Asam Manis hingga Ayam Lada Hitam.
Harga Menu Relatif Terjangkau
Salah satu alasan Warung Makan Haji Igun ramai diperbincangkan adalah pilihan menunya yang cukup banyak dengan harga yang relatif terjangkau. Selain Nasi Kulit Lengkap yang dibanderol Rp13.900, tersedia berbagai menu ayam dengan harga belasan hingga puluhan ribu rupiah. Pilihan pendamping seperti tumis kangkung, terong raos, tahu, tempe dan berbagai sambal juga tersedia. (Kuliner Muria News??) Konsep harga tersebut memang disesuaikan dengan keinginan Igun agar warung miliknya dapat menjadi tempat makan yang bisa dikunjungi masyarakat sehari-hari, bukan hanya karena sedang viral.
Bukan Sekadar Ikut Tren
Meski langsung ramai setelah pembukaan, Igun mengatakan dirinya tidak ingin Warung Makan Haji Igun hanya terkenal karena tren sesaat. Ia berharap pengunjung datang karena memang ingin makan dan menikmati menu yang ditawarkan. Dengan pilihan makanan yang cukup banyak, menu di warung ini juga direncanakan dapat terus berkembang dan berbeda di setiap cabangnya. (Kudusterkini??)
Cocok untuk Singgah Bersama Rombongan
Lokasi Warung Makan Haji Igun berada di kawasan United Square Kudus yang memiliki konsep sebagai kawasan terpadu. Selain tempat makan, di kawasan tersebut terdapat kedai kopi dan pusat oleh-oleh. Area parkirnya juga cukup luas sehingga dapat menjadi pilihan tempat singgah bagi wisatawan yang datang bersama keluarga maupun rombongan. (Main ke Kudus??) Dengan pilihan menu yang beragam, harga yang relatif ramah di kantong dan tempat yang dapat menampung banyak pengunjung, Warung Makan Haji Igun bisa menjadi salah satu pilihan kuliner baru ketika berada di Kudus. Kehadirannya memberikan warna berbeda di tengah kuliner Kudus yang selama ini sudah dikenal dengan makanan khas seperti soto Kudus dan lentog tanjung. Warung ini memilih menghadirkan alternatif berupa masakan Nusantara dan peranakan dengan konsep rumahan. (Main ke Kudus??)
Baca Juga :