SATE SEREPEH ICON KHAS REMBANG PODO MORO GRAJEN

Sate Serepeh Podo Moro Grajen
Sate Serepeh Podo Moro Grajen / Tripadvisor

Fachri Herkusuma mengaku terkejut ketika kali pertama mencicipi sate srepeh, sajian kuliner khas Rembang, Jawa Tengah, Rabu (2/6/2021).

Dia menyebut, perpaduan antara sate ayam berbumbu santan, nasi/lontong tahu berbumbu kecap, guyuran sayur lodeh, serta taburan kacang tanah dan bawang goreng, terasa begitu nikmat di lidahnya. Daging ayam dalam sate srepeh juga memiliki keunikan. Daging diiris tipis dan pipih.

"Saya baru pertama kali coba. Saya cukup terkejut ternyata rasanya enak perpaduannya," kata dia.

Fachri bersama sejumlah rekannya di Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menikmati kuliner khas Rembang ini di Warung Sate Srepeh Podo Moro, Grajen, Sumberjo, Kecamatan Rembang.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Jateng on The Spot yang diadakan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah mulai 2 hingga 4 Juni 2021. Program ini dimaksudkan untuk memperkenalkan spot-spot wisata di Rembang pada pelaku usaha perjalanan wisata di Yogyakarta.

Fachri menilai, keunikan sate srepeh ini bisa menjadi daya tarik wisata kuliner di Rembang.

Sepiring sate srepeh kuliner khas Rembang

Sepiring sate srepeh kuliner khas Rembang (TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal)

 

"Karena satenya unik. Dengan bumbu rempah dan kuah santannya, saya baru kali ini menemukan sate seperti ini. Cita rasanya kaya," ungkap Wakil Ketua Bidang Pemasaran dan Komunikasi ASITA DIY ini.

Pasirah (67), pemilik warung Sate Srepeh Podo Moro, mengatakan bahwa keunikan makanan ini memang terutama ada di kuah bumbu satenya.

"Bahannya antara lain santan, terasi, dan asam. Kemudian yang membuat warnanya oranye itu karena dikasih cabe merah," jelas dia.

Pasirah tidak bisa mengingat sejak kapan dia mulai berjualan sate srepeh. Dia hanya menyebut, "Lebih dari sepuluh tahun."

Setiap hari, warung milik Pasirah buka mulai pukul 08.00 sampai 20.00 WIB.

Di google maps, warung ini bisa ditemukan dengan nama Sate Serepeh Icon Khas Rembang "Podo Moro" Grajen.

Seporsi nasi tahu bumbu kacang lengkap dengan sayur lodeh dan lalapan tauge serta kol dibanderol Rp 9 ribu.

Sementara, satu porsi berisi sepuluh tusuk sate srepeh dihargai Rp 25 ribu.



Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Mencicipi Rasa Unik Sate Srepeh Kuliner Khas Rembang, Sate Ayam dengan Kuah Santan Berwarna Oranye,

 


LOKASI